Tuesday, July 30, 2013

Selamat UlangTahun Sayang

July 30,
Peningkatan umur berlaku
Banyak perbedaan yang dulu dan kini
Bukan bicara tentang kematangan
Tapi pengalaman

Yang jumpa sedih-sedih
Bahagia-bahagia
Biasa. Manusia.
Cuma suka sekejap-sekejap

Ah, Usiaku telah meningkat
Rambut hitam-hitam
Putih perlahan-lahan menggatal
Benci.

Dalam kesepian menyambut ulangtahun sendiri
tanpa cinta. tanpa kasih.
Sekurang-kurangnya aku masih terhibur
Ditemukan insan bertiga
Zati, ya si gadis manis
Firas. Si kaki bahan
oh ya, Aizat ahli kipas susah mati Firas.

Ah! kalian benar-benar mengembirakanku
Mungkin bertemu depan tidak
Moga dijodohkan masa
kita berempat bergila bersama
Eh, ditambah manusia gila lagi tidak apa
biar meriah hidup

celaka yang kita rasa pun serupa manis
Masalah yang berderet pon dipersetankan
Kalian benar-benar hebat
Terima kasih atas manusia-manusia yang menemukan kami
antara sengaja atau tidak
yang pasti
Aku kekejangan segala otot pipi.

Buat teman lama,
Terima kasih sayang-sayang
Rupanya kamu masih ingat lagi
Biar jauh dimata
kita dekat dihati.

Adios!

- Azian -

Sunday, July 28, 2013

Jenazah cinta

Jenazah cinta luka kita
Beku dikeranda pilu
Saat durhaka pemisah kasih
Aku diperdaya arus masa

Terus-terusku mati
Didalam keranda pilu
Aku merintih
Mana pergi sumpah setiamu
Mana pergi janji manismu

Jenazah cinta luka kita
Dimadu kasih si pengkhianat cinta
Ditampar angin penuh kebencian
Ah! Dunia ini kejam

Bila mana taburan bunga
Bicara cinta
Yang manis-manis jadi pedih
Yang indah-indah jadi celaka
Siapa yang sanggup bertahan?

Oh jenazah cinta luka
Masih adakah ruang untuk kau
Berubah
Atau harusku bunuh dan
Biarkan kau dikeranda pilu?
Sendirian

Lalu.
Siapa yang sudi hulurkan
Sekeping hati suci buat
Aku?
Menjadi penganti si pengkhianat
Cinta.

Antara kasih dengan cinta

Aku suka bila bicara tentang perasaan.
Tentang rasa yang semua manusia sudah lalui. Bukan senang sentuh soal hati. Perasaan. Apa lagi kasih. Apalagi cinta.
Kadang aku penat. Cerita satu-satu.
Ah! Kau juga pernah rasa senyum sendiri-sendiri.
Tangis bagai nak rak.
Lucu.
Eh! Aku nih sedang berpuisi atau sedang membebel? Ah! Persetankan. Malas ambil kisah.
Yang penting. Aku mau bicara tentang kasih dan cinta.
Kasih itu bila kau dan dia. Dia dan kau ada satu bond yang buat kamu sentiasa menyatu.
I mean senang bila bersama. Yang kau bisa meluah tentang masalah dan hati.
Kasih ni. Kau. Dia. Keluarga. Musuh juga bisa berkasih.
Hebat kan? Sebab kasih itu ertinya menerima.
Ertinya tiada kaitan dengan dua jiwa yang berbeda.
Sebab kasih itu. Satu cerita yang sang kancil dengan buaya. Sang putri salju dengan si kerdil.
Itu kasih namanya.
Masih ada toleransi lebih riaksi.

Tapi cinta?
Aku lebih suka panggil ia madu. Dan racun.
Lebih kepada penyatuan dua jiwa.
Laki-laki. Perempuan.
Penis. Vagina.
Macho dan seksis.
Aku tau. Kau juga tau. Ramai yang bisa mati kerna cinta. Bisa buta kerna cinta.
Ah! Kalau tidak masakan ada cerita si kecewa gantung diri.
Si gadis luka kelar panjang-panjang.
Ah! Kurang sopan sekali bicara aku.
Ini pasal cinta yang aku ingin sekali kongsi.
Saat aku sendiri mangsanya.
Bila dulu. Cinta itu mainan bagiku
Sampai-sampai aku jumpa hati yang kucari selama ini.
Memang! Tuhan maha adil. Saat aku setia mati.
Dia tarik perasaan orang yang aku sayang.
Lalu. Aku jadi buta. Jadi bodoh
Aku boleh dikira kurang tamadun.
Kelaran panjang. Darah mengalir.
Airmata bagaikan hujan.
Kau cakap saja yang teruk-buruk
Memang aku dah lalui.
Kesiankan jadi mangsa dengan cinta.
Kesimpulannya.
Gadis-teruna. Jaga hati. Jangan main serah.
Jangan main yakin. Sebelum kau bisa dapat petunjuk.
Bukan apa. Aku tak mau kau juga bodoh macam aku.
Aku takut bodoh kita bertingkat-tingkat.
Jadi. Biar kita tenang. Serah hati pada yang Esa.
Minta petunjuk. Dapat. Jaga ia baik-baik.

Adios!

Wednesday, July 24, 2013

Celaka kehidupan meratah aku.

Ah! Sial! Celaka! Kiwak!
Semua kau luah. Semua kau muntah.
Kenapa? Diam-diam tarik nafas dalam-dalam.
Hembus. Kalau boleh kau hisap nikotin yang ada.
Kau duduk. Kau tenung. Kau fikir.
Memang dunia kejam. Memang!
Kau maki. Kau carut. Apa kau bisa bertahan hidup begini?
Kesian. Tabah betul hati kau.
Apa kau lupa? Dunia ini untuk derita.
Kau hidup untuk rasa derita.
Kau nak cuba mati? Rehat dari segala
Celaka dunia? Itupun kalau kau mampu.
Tidak susah. Ambil pisau. Tusuk dalam-dalam.
Tungu darah merah pancut-pancut.
Saat diambang kau nak dijemput malaikat maut.
Saat itu kau akan rasa walau hidup
Itu celaka.
Kau masih bisa hidup bahagia.
Siapa bilang derita tiada bahagia?
Sabar. Orang yang berani pasti bisa hidup tersenyum.
Yang dayus? Penakut? Pengecut?
Pastinya kau mati penuh sesal.

Hebatkan caturan dunia?!

Tuesday, July 23, 2013

Masihkah kau ingat?

Masihkah kau ingat saat kau genggam tangan aku?
Saat kau bilang cintamu seluas lautan.
Kasihmu yang tak terhingga.
Masihkah kau ingat?
Saat pertama kali kita bertemu.
Pertemuan di lapangan terbang.
Pulau Pinang ke Sarawak.
Sarawak ke Sabah.
Cuma kau. Aku. Kita berdua.
Masa itu dunia seakan milik kita. Waktu seakan mencemburui kita.
Tapi tak selamanya cinta itu milik kitakan?
Saat kau lupa cinta kasihmu.
Aku dibiar sendirian. Aku diratah sepi hidup-hidup.
Aku diam. Aku sabar. Aku berharap masih ada
'kita'
Tapi sudah lumrah dunia.
Cinta mati manapun kalau dah tak jodoh.
Takkan berkekalan.
Dan saat itu. Aku sendirian.
Dalam duniaku sendiri.
Darah. Airmata. Sepi.
Jadi sebati. Aku harap kau masih ingat
Kenangan kita.
Yg cuma kita dua tahu. Tiada lainnya.

Terima kasih kenangan lama.

Sunday, July 14, 2013

Sekeping jiwa buta

Ada jiwanya yang sering kita abaikan
Yang kadangnya tidak merasa
Ada jiwanya yang sering kita pijakkan
Yang kadangnya parah dirasa.
Sampai sampai kita lupa
Jiwa juga boleh buta
Yang tak bisa lagi mengenal mana
Baik.
Mana menyakitkan malah mana yang jujur.
Kasih.
Dengarkanlah. Tidak semua jiwa itu ada mata
Tatkala cinta itu buta.
Untuk apa mata kita melihat.
Tatkala kau bilang laut dalam bisa kau selam
Untuk apa laut itu?
Sedar. Kita semua bisa buta.
Jiwa buta. Mata buta. Hati jadi mati.
Lama lama semua jadi kejam.

Friday, July 12, 2013

Jangan mati dulu

Kau masih ingat saat kita berdua
Sulam janji kasih dulu?
Saat kau bilang kau akan sentiasa ada untukku.
Saat kau bilang kau akan menjagaku
Tapi.
Kenapa sekarang kau menjauh
Kau buat diri kau hidup dalam kegelapan
Kau menyepi
Kabar pun kau tak kirim
Kau buat aku tertanya. Sampai suatu masa
Terlihat kelaran panjang di lenganmu
Apa semua ini?
Kau buat dirimu terseksa.
Kau lupa. Kau masih ada aku.
Biarpun kau bukan lagi milikku.
Tolong. Jangan mati dulu.
Biar aku rawat luka hatimu semula.
Kerna aku tau. Bukan salahmu meninggalkan
Ku dulu.
Cuma hatimu yang keliru.
Jangan mati dulu ya?

Jangan main main

Sudah ku bilang jangan main main.
Jangan kau anggap hati ini hiburan sukamu.
Kau jangan fikir yang sakit hati itu sekejap.
Kau mesti lupa yang kau juga punya hatikan?
Apa kau mau. Mereka yanv bakal kau cinta mati
Juga bisa main main perasaanmu?.
Jangan main main.
Karma itu tiada senarai. Bila bila masa
Kau akan kena.
Ah! Sudahlah. Aku sudah bilang jangan main main.
Cukup sudah kali ini aku bicara.
Tentang hati dan perasaan.
Aku juga penat.
Hati yang kucari kini hilang buat selama lamanya.
Dan jangan main main.
Hati kalau sudah mati. Apa pun kau buat itu
Celaka dimatanya.
Jangan sampai kau makan palat kau sendiri
Sudah.

Wednesday, July 10, 2013

Malam manis-celaka

Malam.
Awannya gelap. Yang ada cuma bintang.
Malam.
Masing masing punya alunan bunyi
Yang syahdu sedang sendiri
Yang berduka sedang menyepi
Tidak siapa yang peduli.
Malam.
Anak anak muda main nya kata kata
Menghidangkan yang manis manis
Demi yang enak enak.
Sialan. Malam jadi saksi.
Jangan kotori malam indah ini
Dengan enakmu sahaja.
Apa bisa kau terima kelahiran yang tak
Diingini?
Malam.
Masing masing punya celaka
Yang kecewa mengurung diri
Yang tekanan bunuh diri
Kesian sang malam.
Saksinya yang bodoh bodoh
Yang hilang akal
Bila mungkin malam bisa rasakan
Malam yang tenang.
Yang anginnya. Bintangnya.
Suci tanpa ternoda?

Tuesday, July 9, 2013

Manusia itu keji jalannya.

Manusia itu.
Maunya banyak. Manusia itu.
Banyak iri nya.
Bukan apa. Manusia itu hatinya tak pernah puas
Yang bencinya itu beribu.
Yang keji itu tak habis habis.
Jadi manusia itu. Pentasnya masing masing
Punya drama.
Ada yang jalan ceritanya seronok
Ada yang menginsafkan
Malah ada yang menyakitkan
Itu semua terpulang pada sutradaranya sendiri.
Bilang mereka mereka yang lemah
Jadi manusia jangan keji
Jadi manusia jangan bongkak.
Nanti tuhan tarik.
Hidup senang kau boleh jadi papa
Sudah miskin harta
Miskin lagi amalan.
Sedarlah. Kita yang mencorakkan jalan cerita itu.

Aku bukan si topeng malaikat

Kau bilang maunya kamu itu bidadari
Yang punya jalannya semua putih
Kau lupa. Aku ini manusia. Kau itu manusia.
Apa kau ingat manusia itu sempurna?
Kau ingin bidadari. Boleh saja.
Gadis yang banyaknya topeng malaikat.
Gadis yang seringnya diam diam berisi.

Jangan. Jangan kau mau yang sempurna
Itu melanggar kejadian alam.
Sabar. Pasti kau jumpa gadis yang topengnya itu asli.
Yang tak punya malaikat jadian.
Yang bertuhan kan esa bukan manusia.
Yang harus kau lakukan.
Terima dengan hati yang terbuka.
Kekurangan itu kekuatan manusia.
Yang bikin kau beda dengan yang lainnya.

Saturday, July 6, 2013

Sampai detik itu tiba



" Kau mahu sempurna, Kau jadi sempurna. Biar aku jadi bahagia dengan cela ku"
- Boneca -


Bila bicara tentang hati. 
Tentang uda dan dara.
Apa kau sedar?
Cinta itu bukan hanya penis dan vagina
Cinta itu bukan untuk yang enak-enak saja.
Jangan kau lupa. Cinta itu bila dua hati jadi satu.
Cinta itu, 
yang lahirnya bukan untuk suka-suka
Dan bila bicara tentang semua ini,
Tak perlu kau jadi sempurna. Tak perlu kau jadi malaikat.
Kerna sampai detik itu tiba nanti
baik burukmu. Pasti diterima.
"Kau ingin wanita soleh, lelaki beriman"
tapi kau sendiri juga punya jalan hitam.
Apa susah kalau dua-dua nya saling berkorban? saling mendukung?
Jangan kau bangga indahnya wajahmu.
Sampai detik itu tiba. Semua kita jadi sama.
Tiada bezanya. Ingat.

Wednesday, July 3, 2013

Sumpah! aku penat.




" The best part is failing"
- Christina Perri -



Bukan ini mauku, saat aku sudah berserah hati dan berserah kasih
Kau pergi begitu saja.
Sumpah! bukan ini mauku
bila mana aku sudah mencintaimu. Kau sampahkan aku.
Kau biar. Kau biar. Kau biar. Lalu kau buang.
Puas hati mu? Apa ini mau mu? Jawab!
Jangankan kerna kurangnya aku. Kau buang semua tentang aku.
Tentang kita.
Jadi manusia jangan jadi kejam.
Jangan jadi anjing.
Hinanya babi. Hina lagi perbuatanmu.
Tolong berhenti. Sekurang-kurangnya tiada hati lain yang terluka.
Memang. Dunia tidak adil. Jangan kau pula mengadilinya.
Sumpah! aku penat. Tolong berhenti. Titik.