Thursday, November 14, 2013

Mati itu.


"Aku murung sejak arwah makwe aku meninggal tahun 2007"- Muhammad Nomy

Sentuh pasal mati; Airmata aku memang akan cepat jatuh. Aku terlalu banyak kehilangan orang yang aku sayang. Terlalu banyak kehilangan memori yang ingin aku cipta dan jadikan sebuah buku cerita.

Bila?Siapa?Kenapa?Sebab?

Kita memang tak mampu menilai bila kita akan menghadap tanah kubur dan dimamah cacing-cacing yang kelaparan.
Kita tak mampu meramal bila kita akan semakin lama dilupakan kerna memori tentang kita akan terhenti.
Dan sentuh pasal kematian; aku akan histeria teruk dalam hati--
Terlalu perit untuk merasa sedih teramat sangat.
Kehilangan tragis sepupu tersayang sudah cukup buat aku kehilangan besar sebahagian jiwa dalam hidup aku. Lebih-lebih lagi saat aku tak mampu berada disisi nenek saat dia menghembuskan nafas terakhir. Sepatutnya aku tak perlu pergi sekolah masa tu; biar temankan nenek dirumah seperti hari sebelumnya-
Bagi makan, lap badan. bersihkan najis. Itu sudah kebiasaan bagi aku untuk tunjukkan kasih sayang seorang cucu yang sangat-sangat sayangkan nenek.

"Nenek sihat cepat-cepat, saya mau bawa nenek pergi konvo. Tengok saya pegang skroll"-2010

Waktu itu, aku belum pun masuk Uitm. Dan ya, sekarang suda 2013 dan aku memegang skroll Graduan Diploma Kelas Pertama. Perkara yang aku ingat--

Skroll ini bukan saja untuk keluarga aku tapi juga buat arwah nenek aku. Sedih sebab nenek tak sempat tengok aku naik pentas dengan bangga bawa nama keluarga.

Dan ya, tolong buang segala kesedihan dalam hati ini--

Kerna mereka akan terus tetap hidup dalam hati aku; biarkan aku hidup bahagia dengan memori indah tentang mereka.



-Eyan, 2013-