Sunday, February 16, 2014

Pemimpi; kau milikku

Wahai malamku;
Aku seperti tidak sabar bertemu denganmu-
Untuk mendakap dirimu (sayang) yang hanya aku memiliki tanpa perlu ada dua atau tiga mereka yang menganggu.
Walau terkadang mataku lelap tidak selama mana;
Bermimpikan tentang kamu sudah bisa buat aku bahagia.
Biar hanya berpelukkan angan bahagia palsuku;
Biar hanya bahagia dengan kata-kata manis yang mungkin saja itu yang aku lakarkan;
Biar hanya tersenyum indah dengan wajah yang aku telah lama patrikan dalam ingatan-
Aku ingin ia terus melekat dan tinggal selama-lamanya.
Namun siapalah aku?
Pada realiti,
Pada duniawi-
Aku ini hanya pemimpi yang gagal;
Tidak mampu memiliki kamu secara mutlak-
Hanya malam peneman hati yang kesepian.
Kesian.

No comments:

Post a Comment